Program Makan Bergizi di Kukar Akan Diperluas, DPRD Dukung Sasar Usia Dini hingga Lansia
(Ketua Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Andi Faisal/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber
daya manusia terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satunya melalui rencana penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Plus, yang akan diperluas hingga menyentuh kelompok usia dini dan lanjut usia
Menanggapi hal itu Ketua
Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Andi Faisal, menegaskan dukungan
penuh terhadap komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) Plus agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih
banyak masyarakat di berbagai kelompok usia.
Pernyataan itu ia
sampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi RPJMD 2025–2029 di
Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Kukar Kamis (23/10/2025).
Andi Faisal menjelaskan,
MBG Plus merupakan hasil pengembangan dari program nasional Presiden Prabowo
Subianto yang diadaptasi dan diperluas oleh Pemkab Kukar.
Program ini juga menjadi
kelanjutan dari gagasan Bupati sebelumnya, Edi Damansyah, yang kini diperkuat
oleh Bupati Aulia Rahman Basri.
“Program ini berawal dari
visi besar Pak Edi Damansyah, kemudian diteruskan dan disempurnakan oleh Pak
Aulia Rahman. Kami ingin agar semangat program Presiden Prabowo bisa diterapkan
lebih luas, tidak hanya untuk siswa SD, SMP, dan SMA, tapi juga untuk anak usia
dini, balita, hingga lansia,” ujar Faisal.
Ia menambahkan,
peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada pendidikan,
tetapi juga pada kesehatan. Karena itu, penguatan gizi masyarakat menjadi
langkah penting yang harus diintegrasikan ke dalam pembangunan daerah.
“Tidak mungkin pendidikan
berjalan optimal jika kondisi kesehatan masyarakat masih rendah. Maka dari itu,
perluasan MBG Plus akan melibatkan posyandu, PKK, dan puskesmas agar
pelaksanaannya bisa menjangkau hingga tingkat desa,” jelasnya.
Faisal juga menjelaskan,
distribusi makanan bergizi nantinya akan terpusat di posyandu. Dengan mekanisme
tersebut, setiap orang tua yang membawa anaknya untuk pemeriksaan kesehatan
bisa langsung menerima bantuan makanan bergizi dari pemerintah.
“Penyalurannya akan
difokuskan di posyandu agar lebih efektif. Jadi masyarakat tidak hanya
mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga asupan gizi tambahan,” tutur Faisal.
Terkait pendanaan, Faisal
mengungkapkan bahwa skema pembiayaan telah disiapkan melalui kerja sama lintas
sektor, melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD).
“Anggarannya sudah
dipetakan oleh tim dari Dinkes dan DPMD. Tahun depan tinggal pelaksanaan yang
perlu dipastikan tepat sasaran,” terangnya.
Faisal menargetkan,
implementasi penuh program MBG Plus akan dimulai pada tahun 2026, setelah
seluruh regulasi dan koordinasi teknis rampung.
“Harapan kami,
tidak ada lagi anak-anak atau kelompok rentan di Kukar yang kesulitan
mendapatkan makanan bergizi. Ini bukan sekadar program sosial, tetapi investasi
besar untuk masa depan generasi Kukar,” tutupnya. (Adv/Tan)